Rawa Bento ini merupakan objek wisata baru masyarakat Kerinci yang
terletak pada ketinggian 1375 mdpl. Rawa bento merupakan rawa air tawar
tertinggi di Sumatera.
Meskipun baru dipopulerkan, Rawa Bento ini sudah mulai ditawarkan dalam paket wisata Kerinci terutama untuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan ekosistem perairan. Sampai saat ini peminat wisata ke Rawa Bento adalah wisatawan asing.
Kepala Desa Sungai Bendung Air Eflinum saat kenduri sudah tuai desa Sungai Bendung Air dan Bendung Air Timur, Kecamatan Kayu Aro, menyampaikan bahwa Kabupaten Kerinci khususnya di Kayu Aro saat ini memiliki tempat wisata baru yakni Rawa Bento.
Namun untuk menuju kesana masih terkendala akses jalan. Ini karena aliran sungai sudah dangkal. Dia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci dan DPRD Kerinci menganggarkan anggaran untuk normalisasi sungai di Rawa Bento.
"Rawa Bento merupakan tempat wisata baru di Kayu Aro. Untuk akses kesana hanya bisa mengunakan perahu. Tetapi karena sungai sudah dangkal, jadi perahu yang akan kesana agak terkendala," katanya.
Sebenarnya, kata dia, jika normalisasi sungai Rawa Bento ini dilakukan maka akses wisata baru yang dimiliki masyarakat Kayu Aro ini bisa berkembang dan bisa dilewati dengan mengunakan speed boat.
"Kalau sungai sudah dinormalisasi, akses menuju kesana sudah bagus, maka masyarakat berencana akan membeli speadboat. Speadboat ini yang akan membawa wisatawan ke Rawa Bento," sebutnya.
Selain untuk pengembangan wisata, normalisasi sungai Rawa Bento ini juga bisa membantu masayarakat untuk mengaliri persawahan mereka dan mengangkut hasil pertanian dengan mengunakan perahu.
"Aliran sungai Rawa Bento juga digunakan masyarakat petani untuk mengangkut hasil pertanian," ujarnya.
Menanggapi permintaan masyarakat ini, Bupati Kerinci Adirozal mengatakan akan menganggarkan pada tahun 2018 mendatang.
"Akan kita anggarkan pada APBD Kerinci 2018 mendatang, karena Rawa Bento ini merupakan objek wisata baru yang ada di Kerinci," katanya.
Meskipun baru dipopulerkan, Rawa Bento ini sudah mulai ditawarkan dalam paket wisata Kerinci terutama untuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan ekosistem perairan. Sampai saat ini peminat wisata ke Rawa Bento adalah wisatawan asing.
Kepala Desa Sungai Bendung Air Eflinum saat kenduri sudah tuai desa Sungai Bendung Air dan Bendung Air Timur, Kecamatan Kayu Aro, menyampaikan bahwa Kabupaten Kerinci khususnya di Kayu Aro saat ini memiliki tempat wisata baru yakni Rawa Bento.
Namun untuk menuju kesana masih terkendala akses jalan. Ini karena aliran sungai sudah dangkal. Dia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci dan DPRD Kerinci menganggarkan anggaran untuk normalisasi sungai di Rawa Bento.
"Rawa Bento merupakan tempat wisata baru di Kayu Aro. Untuk akses kesana hanya bisa mengunakan perahu. Tetapi karena sungai sudah dangkal, jadi perahu yang akan kesana agak terkendala," katanya.
Sebenarnya, kata dia, jika normalisasi sungai Rawa Bento ini dilakukan maka akses wisata baru yang dimiliki masyarakat Kayu Aro ini bisa berkembang dan bisa dilewati dengan mengunakan speed boat.
"Kalau sungai sudah dinormalisasi, akses menuju kesana sudah bagus, maka masyarakat berencana akan membeli speadboat. Speadboat ini yang akan membawa wisatawan ke Rawa Bento," sebutnya.
Selain untuk pengembangan wisata, normalisasi sungai Rawa Bento ini juga bisa membantu masayarakat untuk mengaliri persawahan mereka dan mengangkut hasil pertanian dengan mengunakan perahu.
"Aliran sungai Rawa Bento juga digunakan masyarakat petani untuk mengangkut hasil pertanian," ujarnya.
Menanggapi permintaan masyarakat ini, Bupati Kerinci Adirozal mengatakan akan menganggarkan pada tahun 2018 mendatang.
"Akan kita anggarkan pada APBD Kerinci 2018 mendatang, karena Rawa Bento ini merupakan objek wisata baru yang ada di Kerinci," katanya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar