I Have A Dream .. Saatnya gelar Event Pariwisata International dikawasan ini...Alasannya? Kawasan kelas dunia yg diminati warga dunia. Event yg dirancang dan direncanakan secara terukur dan berorientasi pasar dg melibatkan para Profesional serta kerjasama dg Banyak Tour Operator. Optimis dapat respond dan dihadiri banyak wisatawan. Semoga
Translate
FESTIVAL MASYARAKAT PEDULI GUNUNG KERINCI KENAPA TIDAK
I Have A Dream .. Saatnya gelar Event Pariwisata International dikawasan ini...Alasannya? Kawasan kelas dunia yg diminati warga dunia. Event yg dirancang dan direncanakan secara terukur dan berorientasi pasar dg melibatkan para Profesional serta kerjasama dg Banyak Tour Operator. Optimis dapat respond dan dihadiri banyak wisatawan. Semoga
DANAU KACO DATANGI SORGA INDAH INI AIR YANG SEBENING KACA
Surga tersembunyi di pelosok Sumatera, semoga tetap terjaga. Mulailah peduli terhadap alam, mualailah dari diri sendiri, jika mengunjungi tempat - tempat indah di negeri ini, jangan pernah meninggalkan sedikitpun sampah kalian. Biasakanlah ringan tangan jika melihat ada sampah yang berserakan. Jangan jadi apatis, jangan cuma menikmati lalu mengotori. Kasihan anak cucu kita nanti tidak bisa merasakan keindahan negeri ini .Lokasi Danau Kaco berada di Desa Lempur, Kabupaten Kerinci, Jambi
WISATA AGRO ALA GOENTOER MAIDAN DI RENAH KERINCI
Kerinci.Lacaknews- Selain keindahan distinasasi wisata kabupaten Kerinci
mempunyai lahan pertanian dan perkebunan yang sangat subur.
Kesuburan tanah Kerinci yang di kelukingi perbukitan dan gunung. Membuat para wusatawan mancanegara betah tinggal di kerinci. Bahkan para Wisman (bule) twrtarik untuk ikut menggarap lahan perkebunan yang ada.
Guntur Penggiat wisata provinsi Jambi yang merupakan putra asli Kerinci menjelaskan.
Bahwa Kabupaten Kerinci menyajikan banyak hal menarik , selama ini kita masih menyajikan atau memperkenalkan keindahan beberapa Atraksi Wisata saja.
Padahal banyak ruang lain yg belum kita perkenalkan seperti Agrowisata. Menurut nya ini juga tidak kalah menarik karena menukik pada kegiatan yg memberi pengalaman kepada wisatawan.
Ini yang mesti pula kita create ,kemas dan kembangkan untuk dimasukkan dalam itinerary paket Tour dalam upaya meningkatkan kunjungan.
Jangan terjebak dengan definisi bahwa pariwisata itu contensnya hanya seni budaya saja, itu bagian dari Atraksi dan daya tarik wisata,. salah besar.
Kini President Jokowi berani katakan bahwa pariwisata itu salah satu Leading Ekonomi Indonesia. Jika kita masih seperti itu bearti kita diam disatu titik, sementara anggaran digunakan sia..sia tidak mengakomodir harapan masyarakat.
Apakah kita mau terjebak gara-gara SDM yg salah? Ayo kita punya berbagai macam aktifitas pada wisata Pertanian dan minat khusus lainnya. salah satunyo aktifitas di kawasan itu. Artinya Teman- teman mesti jeli merancang dan mengemas paket Tour.
Makin kreatif maka makin besar harapan kunjungan wisatawan dan lama tinggal. Maka nya di Desa wisata Lempur, kami kemas paket Agrowisata selain jelajah alam liar. Itu dia seorang turis yg datang ke Kerinci dan memilih Ikut wisata kentang.
Kesuburan tanah Kerinci yang di kelukingi perbukitan dan gunung. Membuat para wusatawan mancanegara betah tinggal di kerinci. Bahkan para Wisman (bule) twrtarik untuk ikut menggarap lahan perkebunan yang ada.
Guntur Penggiat wisata provinsi Jambi yang merupakan putra asli Kerinci menjelaskan.
Bahwa Kabupaten Kerinci menyajikan banyak hal menarik , selama ini kita masih menyajikan atau memperkenalkan keindahan beberapa Atraksi Wisata saja.
Padahal banyak ruang lain yg belum kita perkenalkan seperti Agrowisata. Menurut nya ini juga tidak kalah menarik karena menukik pada kegiatan yg memberi pengalaman kepada wisatawan.
Ini yang mesti pula kita create ,kemas dan kembangkan untuk dimasukkan dalam itinerary paket Tour dalam upaya meningkatkan kunjungan.
Jangan terjebak dengan definisi bahwa pariwisata itu contensnya hanya seni budaya saja, itu bagian dari Atraksi dan daya tarik wisata,. salah besar.
Kini President Jokowi berani katakan bahwa pariwisata itu salah satu Leading Ekonomi Indonesia. Jika kita masih seperti itu bearti kita diam disatu titik, sementara anggaran digunakan sia..sia tidak mengakomodir harapan masyarakat.
Apakah kita mau terjebak gara-gara SDM yg salah? Ayo kita punya berbagai macam aktifitas pada wisata Pertanian dan minat khusus lainnya. salah satunyo aktifitas di kawasan itu. Artinya Teman- teman mesti jeli merancang dan mengemas paket Tour.
Makin kreatif maka makin besar harapan kunjungan wisatawan dan lama tinggal. Maka nya di Desa wisata Lempur, kami kemas paket Agrowisata selain jelajah alam liar. Itu dia seorang turis yg datang ke Kerinci dan memilih Ikut wisata kentang.
RAWA BENTO YANG MENAWAN
Rawa Bento ini merupakan objek wisata baru masyarakat Kerinci yang
terletak pada ketinggian 1375 mdpl. Rawa bento merupakan rawa air tawar
tertinggi di Sumatera.
Meskipun baru dipopulerkan, Rawa Bento ini sudah mulai ditawarkan dalam paket wisata Kerinci terutama untuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan ekosistem perairan. Sampai saat ini peminat wisata ke Rawa Bento adalah wisatawan asing.
Kepala Desa Sungai Bendung Air Eflinum saat kenduri sudah tuai desa Sungai Bendung Air dan Bendung Air Timur, Kecamatan Kayu Aro, menyampaikan bahwa Kabupaten Kerinci khususnya di Kayu Aro saat ini memiliki tempat wisata baru yakni Rawa Bento.
Namun untuk menuju kesana masih terkendala akses jalan. Ini karena aliran sungai sudah dangkal. Dia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci dan DPRD Kerinci menganggarkan anggaran untuk normalisasi sungai di Rawa Bento.
"Rawa Bento merupakan tempat wisata baru di Kayu Aro. Untuk akses kesana hanya bisa mengunakan perahu. Tetapi karena sungai sudah dangkal, jadi perahu yang akan kesana agak terkendala," katanya.
Sebenarnya, kata dia, jika normalisasi sungai Rawa Bento ini dilakukan maka akses wisata baru yang dimiliki masyarakat Kayu Aro ini bisa berkembang dan bisa dilewati dengan mengunakan speed boat.
"Kalau sungai sudah dinormalisasi, akses menuju kesana sudah bagus, maka masyarakat berencana akan membeli speadboat. Speadboat ini yang akan membawa wisatawan ke Rawa Bento," sebutnya.
Selain untuk pengembangan wisata, normalisasi sungai Rawa Bento ini juga bisa membantu masayarakat untuk mengaliri persawahan mereka dan mengangkut hasil pertanian dengan mengunakan perahu.
"Aliran sungai Rawa Bento juga digunakan masyarakat petani untuk mengangkut hasil pertanian," ujarnya.
Menanggapi permintaan masyarakat ini, Bupati Kerinci Adirozal mengatakan akan menganggarkan pada tahun 2018 mendatang.
"Akan kita anggarkan pada APBD Kerinci 2018 mendatang, karena Rawa Bento ini merupakan objek wisata baru yang ada di Kerinci," katanya.
Meskipun baru dipopulerkan, Rawa Bento ini sudah mulai ditawarkan dalam paket wisata Kerinci terutama untuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan ekosistem perairan. Sampai saat ini peminat wisata ke Rawa Bento adalah wisatawan asing.
Kepala Desa Sungai Bendung Air Eflinum saat kenduri sudah tuai desa Sungai Bendung Air dan Bendung Air Timur, Kecamatan Kayu Aro, menyampaikan bahwa Kabupaten Kerinci khususnya di Kayu Aro saat ini memiliki tempat wisata baru yakni Rawa Bento.
Namun untuk menuju kesana masih terkendala akses jalan. Ini karena aliran sungai sudah dangkal. Dia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci dan DPRD Kerinci menganggarkan anggaran untuk normalisasi sungai di Rawa Bento.
"Rawa Bento merupakan tempat wisata baru di Kayu Aro. Untuk akses kesana hanya bisa mengunakan perahu. Tetapi karena sungai sudah dangkal, jadi perahu yang akan kesana agak terkendala," katanya.
Sebenarnya, kata dia, jika normalisasi sungai Rawa Bento ini dilakukan maka akses wisata baru yang dimiliki masyarakat Kayu Aro ini bisa berkembang dan bisa dilewati dengan mengunakan speed boat.
"Kalau sungai sudah dinormalisasi, akses menuju kesana sudah bagus, maka masyarakat berencana akan membeli speadboat. Speadboat ini yang akan membawa wisatawan ke Rawa Bento," sebutnya.
Selain untuk pengembangan wisata, normalisasi sungai Rawa Bento ini juga bisa membantu masayarakat untuk mengaliri persawahan mereka dan mengangkut hasil pertanian dengan mengunakan perahu.
"Aliran sungai Rawa Bento juga digunakan masyarakat petani untuk mengangkut hasil pertanian," ujarnya.
Menanggapi permintaan masyarakat ini, Bupati Kerinci Adirozal mengatakan akan menganggarkan pada tahun 2018 mendatang.
"Akan kita anggarkan pada APBD Kerinci 2018 mendatang, karena Rawa Bento ini merupakan objek wisata baru yang ada di Kerinci," katanya.
SUNGAI BUNGKAL SEKARANG CAMAT NYA SUDAH JADI KADIS PARIWISATA KOTA SUNGAI PENUH
Sungai Bungkal Kaya Potensi Heritage
Kecamatan Sungai Bungkal merupakan salah satu Kecamatan baru hasil pemekaran dengan Kecamatan Induk Sungai Penuh,Kecamatan ini diresmikan tanggal 12 Januari 2013,sedangkan pelantikan Camat Sungai Bungkal dilaksanakan 25 Oktober 2013. Meski kecamatan ini relatif muda usia,namun berbagai gebrakan dan penataan pembangunan terus dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan dengan dukungan dari Pemerintah kota Sungai Penuh.
Hal ini disampaikan Camat Sungai Bungka Zulwachdi,M.Si dalam wawancara khususnya dengan penulis Sabtu yang lalu.Kecamatan Sungai Bungkal merupakan wilayah kecamatan yang spesifik sehingga penanganannyapun harus spesifik pula, wilayah kecamatan Sungai Bungkal secara umum terbagi atas 3 zona yakni di Kelurahan Dusun Baru dan Desa Sumur Anyir merupakan daerah yang memiliki lahan basah berupa areal pertanian padi sawah, sedangkan di kawasan Koto Tinggi merupakan zona perdagangan dan pelayanan jasa, dikawasan ini tumbuh menjamur pusat perdagangan dan jasa seperti perhotelan dan pusat pemerintahan Kecamatan dan pusat pendidikan.
Sedangkan dikawasan dataran tinggi di kawasan desa Talang Lindung-desa Sungai Ning dan desa Pelayang Raya merupakan wilayah perkebunan,industri kecil /kreatif dan kedepan dapat dikembangkan kawasan pariwisata alam dan agro wisata karena di dukung adanya kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang kaya dengan Flora-Fauna dan Plasma Nutfah.
Khusus di Desa Talang Lindung masyarakat di daerah ini telah mengembangkan rekreasi wisata air berupa kolam renang Baruna disamping itu juga terdapat Taman Bunga Puti Snang dan usaha pertanian terpadu dengan komodity utama holtikultura,dan kawasan Talang Lindung kedepan memiliki prospek untuk pengembangan agro wisata, sedangka di Desa Sungai Ning merupakan pusat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif dan industri rumah tangga terutama industri aneka makanan ringan”Kata Zulwahcdi”
Menjawab pertanyaan tentang Potensi kebudayaan, Camat Sungai Bungkal mengakui bahwa di wilayah Kecamatan Sungai Bungkal memiliki beragam potensi Heritage, berbagai Tanggible dan Intangible banyak tersebar di Kecamatan Sungai Bungkal, diantara peninggalan kebudayaan adalah tersebarnya beragam artefak dan tinggalan tinggalan masa lampau termasuk makam nenek moyang orang sungai penuh yang juga tokoh ulama penyebar agama Islam nenek Siak Lengih.
Di Kecamatan Sungai Bungkal yang wilayah adatnya tidak terlepas dari wilayah adat Depati(Kiyai) nan Bertujuh Sungai Penuh hingga saat disamping terdapat Jirat juga masih banyak terdapat makam makam tua dengan nisan batu, makam makam tua ini diyakini sebagai makam/kuburan nenek moyang orang masyarakat depati nan bertujuh
Menurut Zulwachdi, situs situs budaya termasuk makam nenek moyang masyarakat 6 Luhah Sungai Penuh di Dusun Bernik. Makam makam nenek moyang masyarakat wilayah adat dusun baru termasuk dusun empyh hingga saat masih dirawat oleh masyarakat adat,
biasanya pada setiap acara kenduri Sko (Kenduri Pusaka) makam makam ini ramai dikunjungi oleh anak anak cucu dari masing masing generasi. Pada umumnya makam makam nenek moyang yang tersebar di dusun dusun dalam wilayah Kecamatan Sungai Bungkal umumnya telah bersentuhan dengan agama Islam,disamping adanya menhir menhir sisa peradaban masa prasejarah
Dikecamatan Sungai Bungkal tepatnya di Koto Pandan Desa Pelayang Raya terdapat makam Nenek Siyak Lengih dan Datuk Singarapi Putih Sirah Dado ,di dusun bernik terdapat makam Nenek Rio Temenggung,Makam Rio Mangku Bumi,Makam Saleb Bujang,Makam Lelo Mencak,Makam Puti Kecik Beranting Emas,Makam Depati Sentiudo Tuo,Makam Depati Pahlawan Negaro, Makam Saleh Bujang, Makam Ngabi Tuo, Makam Ngabi Nengah, Makam Ngabi Bungsu, Makam Ngabi Pandok, Makam Ngabi Ha
Di dusun dusun tradisional yang masih mempertahankan tradisi masa lampau masih dapat kita temui Batu Pasu dan Batu Lesung, Fungsi batu batu adalah sebagai wadah untuk menyimpan air, biasanya batu ini berada di bawah tangga palasa rumah tradisional, sedangkan batu lesung kemungkinan besar digunakan sebagai media untuk menumbuk padi dan obat tradisional dari tumbuh tumbuhan,di dusun Bernik sebuah batu pasu diletakkan berdekatan dengan batu Pulo Neghoi.
Menurut Zulwachdi Camat Sungai Bungkal bahwa hal yang menarik, pada era peradaban modren saat ini kita khususnya di Kecamatan Sungai Bungkal termasuk desa desa lain yang ada di dalam kota Sungai Penuh kita masih dapat menyaksikan dan menikmati atraksi tarian purba yang dikenal dengan tarian Asyek dan tarian Tolak Bala termasuk atraksi Lukah Gilo ,tradisi merupakan warisan dari peninggalan masyarakat tempo dulu yang telah tumbuh sejak zaman purba,
Tarian ini menurut Camat Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh telah ada saat nenek moyang suku Kerinci menganut\kepercayaan animisme, dinamisme dan tarian ini merupakan sebuah tradisi megalitik yang masih menganut kepercayaan kepada roh roh nenek moyang masyarakat pada masa prasejarah
Perlengkapan tarian ini berupa sesajian berupa nasi putih, lepat, nasi kuning, nasi hitam, lemang, bunga tujuh warna, warna sembilan,limau tujuh macam, telur ayam rebus, benang tiga warna, sedangkan peralatan yang digunakan antara lain arai pinang- keris,kain tenunan kerinci,cembung putih,piring putih,dalam sesajian harus ada satu ekor ayam hitam atau ayam putih,ayam panggang dan kelapa tumbuh.
Acara tari Asyek dilakukan pada malam hati mulai pukul 20.00 Wib hingga dini hari ( pukul 04.30) Dengan ritual yang dilakukan beberapa episode yakni acara” Nyerau” atau “Nyaho”,” masouk bumoi” mujoi gureu, ”Mintoak berkeh “ (minta Berkah) dan” mageih sajin” (memberikan sesajian).Ritual Asyek pada masa lampau berlansung selama satu minggu, berbagai persiapan dilakukan oleh dukun atau “Bilan Salih” , orang yang berobat ( keluarganya )
Upacara selama satu minggu disebut ”Marcok ” pada tingkatan proses akhir roh roh nenek moyang akan memasuki sukma pengunjung atau orang yang berobat ,saat roh roh nenek moyang memasuki jiwa (tubuh mereka menjadi ringan mereka dapat memanjat batang bambu,menari diatas pecahan kaca.
Sebelum tarian asyek dilakukan, pihak penyelenggara ,khususnya keluarga yang datang meminta obat atau yang mempunyai hajat mempersiapkan semua kebutuhan untuk upacara tradisional tari Asyek, para wanita biasanya mempersiapkan aneka bunga bunga dan sesajian yang diperlukan untuk acara itu, kebutuhan aneka dedaunan-tumbuh tumbuhan diperoleh dari hutan atau daerah perladangan disekitar dusun,,dedaunan dan bunga bunga yang diperoleh dari hutan itu diserahkan kepada tetua adat atau dukun yang menyelenggarakan upcara ritual ,bunga bunga dan dedaunan itu itu disusun menjadi pupuh, dan sebelumnya pihak warga telah mempersiapkan “Gelanggang” tempat pusat kegiatan ritual dilaksanakan,bunga bunga dan dedaunan serta aneka manakan seperti Lemang ulu nasi putih dan ulu masakan (gulai) juga dipersiapkan untuk menjadi “Jambe” atau sesajian .
Setelah upacara pengobatan atau hajat selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan tari Asyek yang merupakan ritual puncak pada acara ritual tradisional alam Kerinci merupakan suatu persembahan yang dilaksanakan dengan menyediakan sesajian, sedangkan mantera yang dibacakan (dilantunkan secara lisan) dilakukan secara berirama dengan gerak gerik yang dilakukan sangat sederhana namun penuh ritme ritme dengan peresepan yang dihubungkan dengan arti Mantera yang diucapkan
Tari asyek ini merupakan suatu bentuk tarian masyarakat Kerinci di masa purba atau disebut tarian primitif yang pelaksanaan dilakukan pada kesempatan dan waktu tertentu, unsur kerawuhannya (trance) sangat dominan dalam penampilan tarian ini.
Upacara tari Asyek ini tumbuh ditengah tengah masyarakat suku Kerinci termasuk masyarakat di wilayah adat Dusun Baru,Dusun Empyh dan sekitarnya sejak masa lampau,yang sangat menghormati dan memuja roh roh para leluhur mereka, kemudian terbawa arus zaman yang kemudian berasimilasi dengan kebudayaan Hindu yang mempercayai para Dewa dewa, sehingga mantra pemujaannya selain ditujukan kepada roh roh nenek moyang juga ditujukan kepada para Dewa dewa.
Para periode selanjutnya,setelah masuknya ajaran agama Islam yang dibawa oleh nenek Siak Lengih yang bermukim di daerah Koto Pandan Sungai Penuh alam Kerinci sekitar akhir abad ke 13 pengucapan mantra mantra yang digunakan dialih fungsikan dengan memasukkan pengaruh agama Islam, mantra diucapkan secara lisan itu memasuki ranah Islam dengan menggantikan penyebutan dewa dewa-nenek moyang dengan pengucapan Kalimah Tauhid ( Berkat Allah ) dan menyebutkan nama Nabi nabi, para sahabat sahabat nabi dan kota suci umat Islam Mekah dan Madinah ,dengan arah upacara menghadap barat atau kearah Kiblat.
Tarian asyek ini kegunaannya tidak hanya untuk ritual pengobatan atau penyembuhan, tarian ini juga menjadi media untuk meminta keselamatan, menghindari malapetaka,untuk minta keturunan (anak) memohon untuk mendapat tambahan rezeki atau ada yang memanfaatkan ritual ini untuk meminta hari hujan,dan memohon agar bibit padi yang disemai pada saatnya akan mendatangkan hasil panen yang melimpah
Dalam upacara tradisional tari Asyek meski telah berubah kedalam pengaruh kebudayaan dan agama Islam, akan tetapi pengaruh sisa kebudayaan agama Hindu dan Budha masih terasa, hal ini dapat kita lihat pada pembakaran kemenyan pada waktu berdo’a, membakar kemenyan sebagai sebuah tradisi lama untuk menghormati dan memanggil roh roh nenek moyang, harus diakui pengaruh Hindu dan Budha tidak dapat terelakkan, hal ini kemungkinan besar karena sejak zaman Prasejarah orang suku Kerinci merupakan suku Melayu yang tertua yang ada di dunia, kerpacyaan terhadap roh roh sudah berkembang subur jauh sebelum agama Islam masuk ke bumi alam Kerinci, kegiatan upacara selain ditujukan kepada kekuatan gaib atau kekuatan yang dianggap Sakti, juga diikuti dengan kegiatan keagamaan tetap dominan dan ini dapat terlihat dengan diselenggarakannya shalat Istikha dan pembacaan do’a secara Islam pada waktu kenduri.
Saat ini acara Asyeik tidak lagi dijadikan sebagai acara pemujaan atau persembahan terhadap roh roh nenek moyang,akan tetapi telah dikreasikan menjadi seni tari pertunjukan untuk memperkaya khasanah kebudayaan Alam Kerinci. Sebuah ke khawatiran cepat atau lambat upacara tradisional yang merupakan bagian dari kebudayaan tradisional Kerinci akan lenyap dimakan zaman, dilain pihak pengaruh modernisasi dan globalisasi disegala sektor dalam kehidupan masyarakat membuat masyarakat lebih berpikir praktis, kritis dan logis, kebudayaan yang telah dilakukan secara turun temurun ikut terambah oleh kemajuan zaman, saat ini satu persatu peningglan kebudayaan masa lampau akan terkubur dan digantikan oleh kebudayaan baru
Masyarakat dusun dusun asli yang berada di wilayah Kecamatan Sungai Bungkal merupakan bagian dari masyarakat suku Kerinci dan secara identitas merupakan bagian dari masyarakat adat Depati nan Bertujuh Sungai Penuh sejak mengenal peradaban dan kebudayaan telah memiliki berbagai tradisi tradisi dan upacara upacara tradisional yang hingga saat ini masih tumbuh dan berkembang dan masih dipertahankan sebagai sebuah identitas budaya masyarakat lokal
Upacara dan tradisi yang masih bertahan ditengah gelombang kemajuan zaman ialah tradisi melaksanakan kenduri adat yang lazim disebut kenduri Sko atau kenduri pusaka
Kenduri Pusaka’Kenduri Sko” di dusun dusun di Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh lazimnya dilaksanakan dalamkisaran waktu minimal 10-15 bahkan ada yang lebih 2 tahun satu kali,Pada acara Puncak Kenduri Sko dilaksanakan penobatan dan pengukuhan para Pemangku pemangku adat yang terdiri dari Depati dan Permenti yang dipercayakan oleh anak betino untuk memimpin dan mengatur tatanan kehidupan anak anak negeri terutama anak kemenakan dari kaum adat itu sendiri.
Pada acara kenduri Sko tersebut dilaksanakan penurunan benda benda pusaka(pusaka pedandan) untuk dibersihkan dan diperlihatkan kepada anak negeri dalam luhah /kalbu masing masing. Pelaksanaan acara kenduri sko itu menghanguskan ( mengorbankan )Kerbau seekor,beras seratus gantang.Pusat Penobatan dan Pengukuhan dilaksanakan di Tanah Mendapo atau di lapangan terbuka
Rangkaian acara yang dilaksanakan sebelum Puncak acara Kenduri Sko ialah:
-Pemilihan calon Pemangku adat (Depati dan Permenti)
-Ajun arah,yakni meminta izin kepada Depatai Ninik mamak untuk
melaksanakan acara Kenduri Sko.
-Pengumpulan Pupao(Pou) yakni pengumpulan dana dan material untuk pelaksanaan acara kenduri sko(Misal:membeli Kerbau,bahan kebutuhan memasak seperti beras,dan bumu bumbu masakahan dan kayu bakar)
-Penurunan benda benda Pusaka( Benda Budaya-Pusaka Pedandan)untuk dibersihkan dan diperlihatkan kepada anggota masyarajat didalam kalbu masing masing luhah
Dalam rangkaian acara kenduri sko khususnya di wilayah Depati Nan bertujuh Kota Sungai Penuh dilaksanakan berbagai rangkaian acara kegiatan antara lain: Mengarak para Calon Pemangku adat ke Tanah Mendapo untuk di nobatkan,Calon Pemangku adat dilepas dari rumah anak betino masing masing,didepan calon Pemangku adat terdapat barisan hulubalang yang membawa benda benda pusaka di dalam peti pusaka pedandan yang berisakan benda pusaka,Tambo diatas tanduk,Piagam,Bendera termasuk keris dan tombak
Pada acara mengarak Calon Pemangku adat juga bawa bendera bedera adat dan dibunyikan bunyi bunyian berupa Gong dan gendang.pada prosesi arakan pemangku adat juga didampingi “Penatih” istri Depati,Dayang(anak Betino)(sdri Perempuan Calon Pemangku Adat) dan dara dara (anak anak gadis) yang menggunakan pakaian kuluk.
Dalam ritual Kenduri Sko sebelum acara penobatan dilaksanakan terdapat tradisi nantek mendah yang artinya adalah menunggu tamu. Dilokasi upacara biasanya di Tanah Mendapo /tempat upacara penobatan para calon pemangku adat dinanti dan disambut secara adat, dan calon pemangku adat disungguhkan sirih dan sekapur,rokok nan sebatang.
Untuk memeriahkan acara kenduri sko digelar acara kesenian tari Rangguk, dan sike .Tarian rangguk merupakan tarian masyarakat suku Kerinci yang telah muncul pada awal penyebaran agama islam di alam Kerinci.
Rangguk>berarti\ mengangguk,pada penampilan tarian rangguk yang dibawakan dengan gemulai oleh penari penari yang biasanya dibawakan oleh dara dara jelita (gadis dusun). Dalam tarian ini terhimpun tiga jenis seni yakni seni tari,seni music dan seni suara dengan jumlah penari berjumlah ganjil yakni 7 penari,9 penari,17 penari dan seterusnya dengan angka bilangan ganjil
“Penobatan/ para calon Pemangku Adat”
Penobatan para calon Pemangku Adat yang terdiri Depati dan Permenti di lakukan oleh tetua adat yang di tunjuk.Depati yakni orang yang memenggal putus,memakan habis dan membunuh mati.Keputusan Kaum adat (Depati) adalah keputusan yang tertinggi dan tidak dapat diganggu gugat.
Pemangku Adat merupakan orang yang dituakan di dalam masyarakat, ia mengetuai persekutuan sebagai ketua suatu keluarga besar. Ia adalah pemimpin dari persekutuan hidup di dalam persekutuan. Sifat tradisional pimpinan pemangku adat dapat dikenal dari bunyi pepatah adat yang mengibaratkan :
“Sebatang kayu besar di tengah lapang
Tempat berlindung di waktu hujan
Tempat bernaung di waktu panas
Akarnya tempat duduk dan
Batangnya tempat bersandar”
Setelah acara penobatan Depati dan Permenti, maka para Hulubalang mempersembahkan seni bela diri Pencak Silat,dan semua wanita dewasa,remaja dan anak anak secara masal menarikan tari iyo iyo
Pencak Silat meruapakan salah satu seni olah raga bela diri yang dilakkukan oleh 2-3 orang hulubalang,Pada umumnya Pencak silat dilakukan oleh dua orang pria tangguh yang menggunakan sebilah pedang,para pesilat mengadu ketrampilan dalam mempermainkan pedang(senjata tajam)
Tari Yo iyo artinya- iya-iya (Ya = Benar). Ketika tetua adat menyampaikan Purbayo ( Kata kata Pelantikan ) Penobatan, Kaum wanita pada umumnya menyambut dengan ucapan Iyo – Iyo, maksudnya membenarkan apa yang di ucapkan oleh tetua adat yang membaca Naskah Purbayo. Pada masa lalu kata kata pelantikkan”Purbayo” sangat panjang.
Setelah acara ritual pembacaan Purbayo/setelah penobatan para Pemangku adat dilanjutkan dengan makan bersama.Setelah prosesi ritual penobatan dan selesai makan siang maka para Pemangku Adat/Depati dan Permenti yang baru di nobatkan kembali diarak dan diantar kerumah anak betinonya di iringi oleh alunan Gong,Tabuh dan Tale.
Kecamatan Sungai Bungkal merupakan salah satu Kecamatan baru hasil pemekaran dengan Kecamatan Induk Sungai Penuh,Kecamatan ini diresmikan tanggal 12 Januari 2013,sedangkan pelantikan Camat Sungai Bungkal dilaksanakan 25 Oktober 2013. Meski kecamatan ini relatif muda usia,namun berbagai gebrakan dan penataan pembangunan terus dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan dengan dukungan dari Pemerintah kota Sungai Penuh.
Hal ini disampaikan Camat Sungai Bungka Zulwachdi,M.Si dalam wawancara khususnya dengan penulis Sabtu yang lalu.Kecamatan Sungai Bungkal merupakan wilayah kecamatan yang spesifik sehingga penanganannyapun harus spesifik pula, wilayah kecamatan Sungai Bungkal secara umum terbagi atas 3 zona yakni di Kelurahan Dusun Baru dan Desa Sumur Anyir merupakan daerah yang memiliki lahan basah berupa areal pertanian padi sawah, sedangkan di kawasan Koto Tinggi merupakan zona perdagangan dan pelayanan jasa, dikawasan ini tumbuh menjamur pusat perdagangan dan jasa seperti perhotelan dan pusat pemerintahan Kecamatan dan pusat pendidikan.
Sedangkan dikawasan dataran tinggi di kawasan desa Talang Lindung-desa Sungai Ning dan desa Pelayang Raya merupakan wilayah perkebunan,industri kecil /kreatif dan kedepan dapat dikembangkan kawasan pariwisata alam dan agro wisata karena di dukung adanya kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang kaya dengan Flora-Fauna dan Plasma Nutfah.
Khusus di Desa Talang Lindung masyarakat di daerah ini telah mengembangkan rekreasi wisata air berupa kolam renang Baruna disamping itu juga terdapat Taman Bunga Puti Snang dan usaha pertanian terpadu dengan komodity utama holtikultura,dan kawasan Talang Lindung kedepan memiliki prospek untuk pengembangan agro wisata, sedangka di Desa Sungai Ning merupakan pusat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif dan industri rumah tangga terutama industri aneka makanan ringan”Kata Zulwahcdi”
Menjawab pertanyaan tentang Potensi kebudayaan, Camat Sungai Bungkal mengakui bahwa di wilayah Kecamatan Sungai Bungkal memiliki beragam potensi Heritage, berbagai Tanggible dan Intangible banyak tersebar di Kecamatan Sungai Bungkal, diantara peninggalan kebudayaan adalah tersebarnya beragam artefak dan tinggalan tinggalan masa lampau termasuk makam nenek moyang orang sungai penuh yang juga tokoh ulama penyebar agama Islam nenek Siak Lengih.
Di Kecamatan Sungai Bungkal yang wilayah adatnya tidak terlepas dari wilayah adat Depati(Kiyai) nan Bertujuh Sungai Penuh hingga saat disamping terdapat Jirat juga masih banyak terdapat makam makam tua dengan nisan batu, makam makam tua ini diyakini sebagai makam/kuburan nenek moyang orang masyarakat depati nan bertujuh
Menurut Zulwachdi, situs situs budaya termasuk makam nenek moyang masyarakat 6 Luhah Sungai Penuh di Dusun Bernik. Makam makam nenek moyang masyarakat wilayah adat dusun baru termasuk dusun empyh hingga saat masih dirawat oleh masyarakat adat,
biasanya pada setiap acara kenduri Sko (Kenduri Pusaka) makam makam ini ramai dikunjungi oleh anak anak cucu dari masing masing generasi. Pada umumnya makam makam nenek moyang yang tersebar di dusun dusun dalam wilayah Kecamatan Sungai Bungkal umumnya telah bersentuhan dengan agama Islam,disamping adanya menhir menhir sisa peradaban masa prasejarah
Dikecamatan Sungai Bungkal tepatnya di Koto Pandan Desa Pelayang Raya terdapat makam Nenek Siyak Lengih dan Datuk Singarapi Putih Sirah Dado ,di dusun bernik terdapat makam Nenek Rio Temenggung,Makam Rio Mangku Bumi,Makam Saleb Bujang,Makam Lelo Mencak,Makam Puti Kecik Beranting Emas,Makam Depati Sentiudo Tuo,Makam Depati Pahlawan Negaro, Makam Saleh Bujang, Makam Ngabi Tuo, Makam Ngabi Nengah, Makam Ngabi Bungsu, Makam Ngabi Pandok, Makam Ngabi Ha
Di dusun dusun tradisional yang masih mempertahankan tradisi masa lampau masih dapat kita temui Batu Pasu dan Batu Lesung, Fungsi batu batu adalah sebagai wadah untuk menyimpan air, biasanya batu ini berada di bawah tangga palasa rumah tradisional, sedangkan batu lesung kemungkinan besar digunakan sebagai media untuk menumbuk padi dan obat tradisional dari tumbuh tumbuhan,di dusun Bernik sebuah batu pasu diletakkan berdekatan dengan batu Pulo Neghoi.
Menurut Zulwachdi Camat Sungai Bungkal bahwa hal yang menarik, pada era peradaban modren saat ini kita khususnya di Kecamatan Sungai Bungkal termasuk desa desa lain yang ada di dalam kota Sungai Penuh kita masih dapat menyaksikan dan menikmati atraksi tarian purba yang dikenal dengan tarian Asyek dan tarian Tolak Bala termasuk atraksi Lukah Gilo ,tradisi merupakan warisan dari peninggalan masyarakat tempo dulu yang telah tumbuh sejak zaman purba,
Tarian ini menurut Camat Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh telah ada saat nenek moyang suku Kerinci menganut\kepercayaan animisme, dinamisme dan tarian ini merupakan sebuah tradisi megalitik yang masih menganut kepercayaan kepada roh roh nenek moyang masyarakat pada masa prasejarah
Perlengkapan tarian ini berupa sesajian berupa nasi putih, lepat, nasi kuning, nasi hitam, lemang, bunga tujuh warna, warna sembilan,limau tujuh macam, telur ayam rebus, benang tiga warna, sedangkan peralatan yang digunakan antara lain arai pinang- keris,kain tenunan kerinci,cembung putih,piring putih,dalam sesajian harus ada satu ekor ayam hitam atau ayam putih,ayam panggang dan kelapa tumbuh.
Acara tari Asyek dilakukan pada malam hati mulai pukul 20.00 Wib hingga dini hari ( pukul 04.30) Dengan ritual yang dilakukan beberapa episode yakni acara” Nyerau” atau “Nyaho”,” masouk bumoi” mujoi gureu, ”Mintoak berkeh “ (minta Berkah) dan” mageih sajin” (memberikan sesajian).Ritual Asyek pada masa lampau berlansung selama satu minggu, berbagai persiapan dilakukan oleh dukun atau “Bilan Salih” , orang yang berobat ( keluarganya )
Upacara selama satu minggu disebut ”Marcok ” pada tingkatan proses akhir roh roh nenek moyang akan memasuki sukma pengunjung atau orang yang berobat ,saat roh roh nenek moyang memasuki jiwa (tubuh mereka menjadi ringan mereka dapat memanjat batang bambu,menari diatas pecahan kaca.
Sebelum tarian asyek dilakukan, pihak penyelenggara ,khususnya keluarga yang datang meminta obat atau yang mempunyai hajat mempersiapkan semua kebutuhan untuk upacara tradisional tari Asyek, para wanita biasanya mempersiapkan aneka bunga bunga dan sesajian yang diperlukan untuk acara itu, kebutuhan aneka dedaunan-tumbuh tumbuhan diperoleh dari hutan atau daerah perladangan disekitar dusun,,dedaunan dan bunga bunga yang diperoleh dari hutan itu diserahkan kepada tetua adat atau dukun yang menyelenggarakan upcara ritual ,bunga bunga dan dedaunan itu itu disusun menjadi pupuh, dan sebelumnya pihak warga telah mempersiapkan “Gelanggang” tempat pusat kegiatan ritual dilaksanakan,bunga bunga dan dedaunan serta aneka manakan seperti Lemang ulu nasi putih dan ulu masakan (gulai) juga dipersiapkan untuk menjadi “Jambe” atau sesajian .
Setelah upacara pengobatan atau hajat selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan tari Asyek yang merupakan ritual puncak pada acara ritual tradisional alam Kerinci merupakan suatu persembahan yang dilaksanakan dengan menyediakan sesajian, sedangkan mantera yang dibacakan (dilantunkan secara lisan) dilakukan secara berirama dengan gerak gerik yang dilakukan sangat sederhana namun penuh ritme ritme dengan peresepan yang dihubungkan dengan arti Mantera yang diucapkan
Tari asyek ini merupakan suatu bentuk tarian masyarakat Kerinci di masa purba atau disebut tarian primitif yang pelaksanaan dilakukan pada kesempatan dan waktu tertentu, unsur kerawuhannya (trance) sangat dominan dalam penampilan tarian ini.
Upacara tari Asyek ini tumbuh ditengah tengah masyarakat suku Kerinci termasuk masyarakat di wilayah adat Dusun Baru,Dusun Empyh dan sekitarnya sejak masa lampau,yang sangat menghormati dan memuja roh roh para leluhur mereka, kemudian terbawa arus zaman yang kemudian berasimilasi dengan kebudayaan Hindu yang mempercayai para Dewa dewa, sehingga mantra pemujaannya selain ditujukan kepada roh roh nenek moyang juga ditujukan kepada para Dewa dewa.
Para periode selanjutnya,setelah masuknya ajaran agama Islam yang dibawa oleh nenek Siak Lengih yang bermukim di daerah Koto Pandan Sungai Penuh alam Kerinci sekitar akhir abad ke 13 pengucapan mantra mantra yang digunakan dialih fungsikan dengan memasukkan pengaruh agama Islam, mantra diucapkan secara lisan itu memasuki ranah Islam dengan menggantikan penyebutan dewa dewa-nenek moyang dengan pengucapan Kalimah Tauhid ( Berkat Allah ) dan menyebutkan nama Nabi nabi, para sahabat sahabat nabi dan kota suci umat Islam Mekah dan Madinah ,dengan arah upacara menghadap barat atau kearah Kiblat.
Tarian asyek ini kegunaannya tidak hanya untuk ritual pengobatan atau penyembuhan, tarian ini juga menjadi media untuk meminta keselamatan, menghindari malapetaka,untuk minta keturunan (anak) memohon untuk mendapat tambahan rezeki atau ada yang memanfaatkan ritual ini untuk meminta hari hujan,dan memohon agar bibit padi yang disemai pada saatnya akan mendatangkan hasil panen yang melimpah
Dalam upacara tradisional tari Asyek meski telah berubah kedalam pengaruh kebudayaan dan agama Islam, akan tetapi pengaruh sisa kebudayaan agama Hindu dan Budha masih terasa, hal ini dapat kita lihat pada pembakaran kemenyan pada waktu berdo’a, membakar kemenyan sebagai sebuah tradisi lama untuk menghormati dan memanggil roh roh nenek moyang, harus diakui pengaruh Hindu dan Budha tidak dapat terelakkan, hal ini kemungkinan besar karena sejak zaman Prasejarah orang suku Kerinci merupakan suku Melayu yang tertua yang ada di dunia, kerpacyaan terhadap roh roh sudah berkembang subur jauh sebelum agama Islam masuk ke bumi alam Kerinci, kegiatan upacara selain ditujukan kepada kekuatan gaib atau kekuatan yang dianggap Sakti, juga diikuti dengan kegiatan keagamaan tetap dominan dan ini dapat terlihat dengan diselenggarakannya shalat Istikha dan pembacaan do’a secara Islam pada waktu kenduri.
Saat ini acara Asyeik tidak lagi dijadikan sebagai acara pemujaan atau persembahan terhadap roh roh nenek moyang,akan tetapi telah dikreasikan menjadi seni tari pertunjukan untuk memperkaya khasanah kebudayaan Alam Kerinci. Sebuah ke khawatiran cepat atau lambat upacara tradisional yang merupakan bagian dari kebudayaan tradisional Kerinci akan lenyap dimakan zaman, dilain pihak pengaruh modernisasi dan globalisasi disegala sektor dalam kehidupan masyarakat membuat masyarakat lebih berpikir praktis, kritis dan logis, kebudayaan yang telah dilakukan secara turun temurun ikut terambah oleh kemajuan zaman, saat ini satu persatu peningglan kebudayaan masa lampau akan terkubur dan digantikan oleh kebudayaan baru
Masyarakat dusun dusun asli yang berada di wilayah Kecamatan Sungai Bungkal merupakan bagian dari masyarakat suku Kerinci dan secara identitas merupakan bagian dari masyarakat adat Depati nan Bertujuh Sungai Penuh sejak mengenal peradaban dan kebudayaan telah memiliki berbagai tradisi tradisi dan upacara upacara tradisional yang hingga saat ini masih tumbuh dan berkembang dan masih dipertahankan sebagai sebuah identitas budaya masyarakat lokal
Upacara dan tradisi yang masih bertahan ditengah gelombang kemajuan zaman ialah tradisi melaksanakan kenduri adat yang lazim disebut kenduri Sko atau kenduri pusaka
Kenduri Pusaka’Kenduri Sko” di dusun dusun di Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh lazimnya dilaksanakan dalamkisaran waktu minimal 10-15 bahkan ada yang lebih 2 tahun satu kali,Pada acara Puncak Kenduri Sko dilaksanakan penobatan dan pengukuhan para Pemangku pemangku adat yang terdiri dari Depati dan Permenti yang dipercayakan oleh anak betino untuk memimpin dan mengatur tatanan kehidupan anak anak negeri terutama anak kemenakan dari kaum adat itu sendiri.
Pada acara kenduri Sko tersebut dilaksanakan penurunan benda benda pusaka(pusaka pedandan) untuk dibersihkan dan diperlihatkan kepada anak negeri dalam luhah /kalbu masing masing. Pelaksanaan acara kenduri sko itu menghanguskan ( mengorbankan )Kerbau seekor,beras seratus gantang.Pusat Penobatan dan Pengukuhan dilaksanakan di Tanah Mendapo atau di lapangan terbuka
Rangkaian acara yang dilaksanakan sebelum Puncak acara Kenduri Sko ialah:
-Pemilihan calon Pemangku adat (Depati dan Permenti)
-Ajun arah,yakni meminta izin kepada Depatai Ninik mamak untuk
melaksanakan acara Kenduri Sko.
-Pengumpulan Pupao(Pou) yakni pengumpulan dana dan material untuk pelaksanaan acara kenduri sko(Misal:membeli Kerbau,bahan kebutuhan memasak seperti beras,dan bumu bumbu masakahan dan kayu bakar)
-Penurunan benda benda Pusaka( Benda Budaya-Pusaka Pedandan)untuk dibersihkan dan diperlihatkan kepada anggota masyarajat didalam kalbu masing masing luhah
Dalam rangkaian acara kenduri sko khususnya di wilayah Depati Nan bertujuh Kota Sungai Penuh dilaksanakan berbagai rangkaian acara kegiatan antara lain: Mengarak para Calon Pemangku adat ke Tanah Mendapo untuk di nobatkan,Calon Pemangku adat dilepas dari rumah anak betino masing masing,didepan calon Pemangku adat terdapat barisan hulubalang yang membawa benda benda pusaka di dalam peti pusaka pedandan yang berisakan benda pusaka,Tambo diatas tanduk,Piagam,Bendera termasuk keris dan tombak
Pada acara mengarak Calon Pemangku adat juga bawa bendera bedera adat dan dibunyikan bunyi bunyian berupa Gong dan gendang.pada prosesi arakan pemangku adat juga didampingi “Penatih” istri Depati,Dayang(anak Betino)(sdri Perempuan Calon Pemangku Adat) dan dara dara (anak anak gadis) yang menggunakan pakaian kuluk.
Dalam ritual Kenduri Sko sebelum acara penobatan dilaksanakan terdapat tradisi nantek mendah yang artinya adalah menunggu tamu. Dilokasi upacara biasanya di Tanah Mendapo /tempat upacara penobatan para calon pemangku adat dinanti dan disambut secara adat, dan calon pemangku adat disungguhkan sirih dan sekapur,rokok nan sebatang.
Untuk memeriahkan acara kenduri sko digelar acara kesenian tari Rangguk, dan sike .Tarian rangguk merupakan tarian masyarakat suku Kerinci yang telah muncul pada awal penyebaran agama islam di alam Kerinci.
Rangguk>berarti\ mengangguk,pada penampilan tarian rangguk yang dibawakan dengan gemulai oleh penari penari yang biasanya dibawakan oleh dara dara jelita (gadis dusun). Dalam tarian ini terhimpun tiga jenis seni yakni seni tari,seni music dan seni suara dengan jumlah penari berjumlah ganjil yakni 7 penari,9 penari,17 penari dan seterusnya dengan angka bilangan ganjil
“Penobatan/ para calon Pemangku Adat”
Penobatan para calon Pemangku Adat yang terdiri Depati dan Permenti di lakukan oleh tetua adat yang di tunjuk.Depati yakni orang yang memenggal putus,memakan habis dan membunuh mati.Keputusan Kaum adat (Depati) adalah keputusan yang tertinggi dan tidak dapat diganggu gugat.
Pemangku Adat merupakan orang yang dituakan di dalam masyarakat, ia mengetuai persekutuan sebagai ketua suatu keluarga besar. Ia adalah pemimpin dari persekutuan hidup di dalam persekutuan. Sifat tradisional pimpinan pemangku adat dapat dikenal dari bunyi pepatah adat yang mengibaratkan :
“Sebatang kayu besar di tengah lapang
Tempat berlindung di waktu hujan
Tempat bernaung di waktu panas
Akarnya tempat duduk dan
Batangnya tempat bersandar”
Setelah acara penobatan Depati dan Permenti, maka para Hulubalang mempersembahkan seni bela diri Pencak Silat,dan semua wanita dewasa,remaja dan anak anak secara masal menarikan tari iyo iyo
Pencak Silat meruapakan salah satu seni olah raga bela diri yang dilakkukan oleh 2-3 orang hulubalang,Pada umumnya Pencak silat dilakukan oleh dua orang pria tangguh yang menggunakan sebilah pedang,para pesilat mengadu ketrampilan dalam mempermainkan pedang(senjata tajam)
Tari Yo iyo artinya- iya-iya (Ya = Benar). Ketika tetua adat menyampaikan Purbayo ( Kata kata Pelantikan ) Penobatan, Kaum wanita pada umumnya menyambut dengan ucapan Iyo – Iyo, maksudnya membenarkan apa yang di ucapkan oleh tetua adat yang membaca Naskah Purbayo. Pada masa lalu kata kata pelantikkan”Purbayo” sangat panjang.
Setelah acara ritual pembacaan Purbayo/setelah penobatan para Pemangku adat dilanjutkan dengan makan bersama.Setelah prosesi ritual penobatan dan selesai makan siang maka para Pemangku Adat/Depati dan Permenti yang baru di nobatkan kembali diarak dan diantar kerumah anak betinonya di iringi oleh alunan Gong,Tabuh dan Tale.
WISATA KERINCI MENUJU KELAS DUNIA
Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi akan dikembangkan menjadi destinasi wisata berkelas dunia menyusul ditetapkannya kabupaten itu sebagai ikon atau maskot pariwisata Jambi.
Langkah pertama yang segera dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengembangkan Kerinci menjadi destinasi wisata kelas dunia, yaitu membangun Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kerinci Seblat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Edi Erizon kepada wartawan di Jambi, Senin (11/4) menjelaskan, pihaknya kini sedang menyusun dokumen KSPN Kerinci Seblat. Dokumen tersebut dalam waktu dekat akan dijadikan program pengembangan wisata terpadu di Kerinci.
“Pembangunan kawasan wisata terpadu di Kerinci tidak bisa lagi ditunda karena Kementerian Pariwisata sudah menetapkan kawasan Kabupaten Kerinci menjadi ikon wisata nasional di Jambi,”katanya.
Menurut Edi Erizaon, pembangunan KSPN Kerinci Seblat akan dipercepat agar pengembangan seluruh objek wisata di Kerinci semakin terarah dan terintegrasi di masing-masing sektor.
Baik itu sektor destinasi wisatanya, akomodasi, infratruktur jalan, lapangan terbang atau bandara), sarana dan prasarana wisata, usaha ekonomi kreatif masyarakat maupun sikap budaya pariwisata masyarakat setempat.
Edi Erizon menjelaskan, penetapan Kerinci menjadi ikon wisata Jambi dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Arief Yahya pada pembukaan Promosi Langsung Pariwisata Jambi (Direct Promotion Tourism Jambi) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Jakarta, Senin (11/4).
Penetapan Kerinci menjadi ikon wisata Jambi tersebut harus direspon dengan membangun sarana dan prasaran wisata yang berkualitas di Kerinci.
“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menetapkan Kerinci menjadi ikon wisata Jambi karena kawasan alam dan budaya Kerinci sudah ditetapkan menjadi salah satu keajaiban dunia (world heritage). Status keajaiban dunia yang disandang Kerinci menjadikan daerah tersebut memiliki nilai jual wisata hingga ke tingkat internasional,”katanya.
Keunggulan Wisata
Menurut Edi Erizon, Kabupaten Kerinci memiliki banyak keunggulan di bidang wisata alam, lingkungan dan budaya. Destinasi wisata yang selama ini cukup diminati wisatawan local, nasional dan mancanegara antara lain, wisata lingkungan Taman nasional Kerinci Seblat (TNKS), wisata alam Danau Kerinci dan Gunung Kerinci. Kemudian Kerinci juga memiliki kekayaan seni – budaya masyarakat yang sudah banyak dikenal wisatawan.
Edi Erizon mengatakan, kekayaan objek wisata Kerinci selama ini menjadi salah satu pemacu meningkatnya kunjungan wisata ke Provinsi Jambi. Hal tersebut tercermin dari peningkatan kunjungan wisata di daerah tersebut.
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jambi tahun 2015 mencapai 10.776 orang atau meningkat drastis dibandingkan kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah itu hanya sekitar 8.543 orang 2011. Sedangkan kunjungan wisatawan nusantara ke Jambi meningkat dari 1,12 juta orang tahun 2011 menjadi 2,45 juta tahun 2015.
“Objek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Jambi, yakni objek-objek wisata di Kabupaten Kerinci. Tingginya kunjungan wisata ke Kerinci karena daerah memiliki objek wisata yang lengkap, baik objek wisata alam, lingkungan dan budaya. Kemudian objek wisata di Kerinci bisa dikunjungi melalui dua jalur jalur, yakni jalur Padang, Sumatera Barat dan Kota Jambi,”katanya.
2151 MDPL GUNUNG MISTIS ITU BERNAMA GUNUNG KUNYIT
Gunung Kunyit merupakan salah satu gunung di Kabupaten Kerinci. Gunung Berapi ini dikenal sangat mistis, dan sering menjadi tempat untuk mencari ilmu kebatinan. Menawarkan panorama berupa taman dewa di puncaknya, serta perbukitan dan pemandangan indah Samudra Hindia.
Gunung Kunyit, Gunung Berapi dengan Taman Dewa di Puncaknya
Keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Kerinci selalu menarik untuk disimak. Tak hanya menawarkan berbagai panorama menawan, kisah-kisah mistis yang menyelimuti pun banyak mengundang rasa penasaran. Tak hanya Gunung Kerinci, daerah ini juga memiliki gunung lain yang tak kalah indahnya, gunung tersebut adalah Gunung Kunyit.
Merupakan gunung berapi selain Gunung Kerinci, panorama yang dimiliki Gunung Kunyit sungguh sangat mempesona dengan lebatnya hutan serta taman alami di puncaknya. Gunung ini juga sering dijadikan destinasi para pecinta alam daerah sekitar. Sensasi berpetualang menaklukkan alam liar menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian wisatawan.
Gunung Kunyit
Secara administratif, Gunung Kunyit terletak pada Desa Talang Kemuning, Kecamatan Gunung Raya, Kerinci, Provinsi Jambi. Lokasi gunung ini kurang lebih berjarak sekitar 32 kilometer dari Kota Sungai Penuh, dan bisa ditempuh dengan perjalanan selama 30 menit hingga satu jam. Pendakian bisa dimulai dari Desa Talang Kemuning, dan untuk menuju desa ini pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun naik angkutan umum.
Bukan perkara mudah untuk mengapai Gunung Kunyit, karena dibutuhkan fisik yang prima serta persiapan matang. Awal perjalanan, hamparan hutan kayu manis akan menemani pendakian. Aroma harum dari tumbuhan tersebut pun bisa dirasakan. Selama kurang lebih satu setengah jam menerobos hutan kayu manis medan pun berganti lebih ekstrim dan menantang.
Pesona Gunung Kunyit
Hutan kayu manis pun berganti dengan lebatnya rimba yang seolah masih tak terjamah tangan manusia. Jalur menanjak nan ekstrim pun menjadi rintangan yang harus dilewati. Jalan yang didominasi tanah akan becek dan licin usai diguyur hujan, sepatu boot pun akan sangat membantu dalam perjalanan menuju puncak Gunung Kunyit.
Gunung Kunyit memiliki ketinggian yang mencapai 2.151 meter diatas permukaan laut. Gunung yang masuk dalam kategori stratovolcano ini juga menjadi tempat tinggal bagi harimau sumatera yang dikenal ganas. Pendaki pun disarankan agar selalu waspada dalam perjalanan menuju puncak, dan sebaiknya menggunakan pemandu dari desa setempat.
Gunung Kunyit
Belerang yang berwarna kuning layaknya kunyit, menjadi dasar penamaan gunung penuh misteri ini. Tak hanya warnanya saja, tetapi aroma belerang yang menyengat bak kunyit pun semakin menegaskannya. Gunung ini memiliki dua kawah pada puncaknya, namun belum ada satu orang pun yang berhasil menuju lokasi kawah tersebut.
Gunung yang juga memiliki nama lain bukit belerang ini bernuansa mistis. Bahkan, masyarakat setempat percaya tempat ini sering digunakan untuk bertapa dan memperoleh ilmu kebatinan. Konon, pahlawan Kerinci Depati Parbo pernah bertafakur di gunung ini memohon petunjuk kepada sang pencipta sebelum bertempur melawan Belanda.
Ajaibnya, timah panas yang dilepaskan oleh prajurit Belanda pun tak mampu menembus badan Depati Parbo. Hingga saat ini, masih ada beberapa orang yang bertapa di Gunung Kunyit. Selain berbagai kisah mistis, gunung ini juga memiliki sebuah taman alam yang disebut taman para dewa. Tak hanya itu, ada pula yang mengatakan terdapat sumber air panas serta tambang emas pada gunung ini.
Memang cukup unik, ada sebuah taman alami pada puncak gunung. Seolah tertata dengan sendirinya, taman ini dikeliling pepohonan hijau serta berbagai tanaman indah disekitarnya. Hamparan rumput yang tertata rapi pun semakin mempercantik taman ini, sehingga menjadi daya tarik bagi para pendaki.
Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak Gunung Kunyit sekitar 6 jam perjalanan. Saat berada di puncak, wisatawan bisa menikmati aneka pemandangan menawan seperti deretan perbukitan hijau, samudra hindia serta panorama Kabupaten Mukomuko.
Fasilitas Gunung Kunyit
Pada desa sekitar titik awal pendakian, terdapat beberapa fasilitas yang bisa ditemukan oleh pengunjung. Seperti beberapa homestay dan penginapan yang cukup terjangkau, dan juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kamar mandi, tempat parkir, serta mushola. Kendaraan yang dibawa pendaki pun dapat dititipkan di homestay tersebut.
Selama mendaki gunung, pengunjung diharapkan untuk membawa bekal makanan dan juga minuman secukupnya. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan pendaki pada saat berada di puncak gunung. Karena diatas gunung tidak akan ditemui penjual atau pedagang makanan. Terdapat juga jasa pemandu dari pemuda desa setempat yang bisa dimanfaatkan untuk memandu perjalanan menuju puncak gunung.
Baca Juga: Gunung Kerinci, Pesona Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia
Jika kamu seorang pecinta alam maka Gunung Kunyit ini wajib kamu kunjugi, berikut beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan saat berada di puncak gunung.
Menikmati Keindahan Alam
Pendakian Gunung Kunyit bisa memberikan pengalaman baru bagimu jika kamu seorang yang hobi berpetualang. Selama perjalanan saja kamu sudah disambut dengan aneka pemandangan indah berupa hutan kayu manis, dan hutan rimba nan asri. Keindahan puncak pun tak bisa digambarkan dengan kata-kata, hamparan perbukitan hijau, samudra hindia dan taman dewa sungguh nikmat dipandang.
Sebenarnya, pada puncak gunung ini terdapat dua kawah yang menyeburkan gas belerang. Namun jangan dekat-dekat dengan kawah tersebut karena jika gas belerang tercium, maka bisa membahayakan keselamatan jiwamu. Perjalanan nan melelahkan dan menguras tenaga selama kurang lebih 6 jam pun akan terbayar lunas, dengan panorama puncak yang akan menghipnotis pandanganmu.
Camping di Puncak
Berpetualang di alam liar, rasanya tak lengkap jika kamu tak menikmati keindahan malam di puncak Gunung Kunyit. Kamu bisa mendirikan tenda-tenda pada puncak, serta memilih tempat terbaik untuk bermalam. Disaat malam pun, kamu bisa menikmati hamparan bintang-bintang dilangit yang indah, beserta gemerlap cahaya lampu dari pemukiman Kabupaten Mukomuko.
Pada cuaca malam yang sangat dingin, kamu bisa membakar kayu-kayu kering untuk menciptakan api unggun. Secangkir kopi hangat pun akan menemani indahnya malam di puncak gunung. Kamu bisa bersantai menikmati malam, dan bercengkrama bersama teman serta kerabat dekat. Tetaplah berhati-hati dan waspada saat bercamping, karena gunung ini menjadi tempat tinggal bagi harimau sumatra.
Hunting Foto
Tak lengkap jika dalam pendakian Gunung Kunyit ini, kamu tidak membawa kamera. Sangat rugi rasanya aneka panorama alam nan mempesona yang ada di puncak jika tak kamu abadikan. Jika kamu seorang fotografer yang hobi hunting keindahan wisata alam, tempat ini pun sangat cocok sebagai destinasi perburuan foto.
Kamu bisa mendapatkan berbagai view menarik diatas puncak, dan kamu pun bisa mencari spot-spot lain untuk hasil potret yang maksimal. Jangan lupa pula untuk berselfie mengabadikan momen di atas puncak. Kamu bisa memanfaatkan aneka pemandangan sebagai background. Seperti deretan perbukitan hijau, selfie di taman dewa, ataupun berlatar belakang samudra hindia.
KEBUN TEH KAYU ARO TERTINGGI KE DUA DI DUNIA DAN TERTUA DI INDONESIA SERTA TEH HITAM TERBAIK DUNIA DESTINASI WISATA TERINDAH DI DUNIA
Orang Kerinci boleh bangga. Mereka punya Perkebunan Teh Kayu Aro, yang
disebut tertua di Indonesia dan tertinggi kedua di dunia. Yuk,
jalan-jalan ke sana!
"Di kaki Gunung Kerinci, kita juga bisa melihat Perkebunan Teh Kayu Aro yang indah. Itu perkebunan teh tertinggi kedua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di Himalaya," ujar Gubernur Jambi, Zumi Zola saat acara 'Direct Promotion Tourism Jambi' di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/4) kemarin.
Bicara tentang kebun teh, biasanya yang terlintas di benak traveler adalah kebun teh di kawasan Jawa Barat atau di wilayah-wilayah lain di Pulau Jawa. Nama Perkebunan Teh Kayu Aro mungkin masih asing di telinga. Tapi nyatanya, keindahannya tiada dua!
Mari kita kenal mengenai Perkebunan Teh Kayu Aro. Lokasinya di kaki Gunung Kerinci, tepatnya di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Jaraknya 434 km dari pusat Kota Jambi dan memakan waktu perjalanan naik mobil selama 9 jam. Paling dekat menuju ke sana, dari Kota Sungai Penuh yang berjarak 32 km saja.
Merujuk pada informasi dari situs pariwisata resmi Indonesia, indonesia.travel, Selasa (12/4/2016) Perkebunan Teh Kayu Aro merupakan perkebunan teh tertua di Tanah Air dimana sudah ada semenjak masa penjajahan kolonial Belanda tahun 1925. Perusahaan Belanda yang pertama kali memproduksi teh di sana adalah Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA).
Kemudian, perkebunan ini merupakan yang terluas dan tertinggi kedua di dunia setelah Perkebunan Teh Darjeeling yang ada di Himalaya, India. Perkebunan Teh Kayu Aro memiliki luas sekitar 2,500 hektar (tapi tertulis di booklet pariwisata Jambi seluas 3.020 hektar) dan berada di ketinggian 1.600 m dpl. Sedangkan di Himalaya, berada di ketinggian 4.000-an mdpl. Tapi tentu saja, Perkebunan Teh Kayu Aro tetap hijau sepanjang tahun, berbeda dengan di Himalaya sana yang sering tertutup salju.
Bisa jadi objek foto yang menarik (indonesia.travel)
Perkebunan Teh kayu Aro pun memproduksi salah satu teh hitam terbaik di dunia. Proses pengelolaan daun teh di Perkebunan Teh Kayu Aro sampai saat ini masih menggunakan cara konvensional. Serbuk-serbuk teh tidak menggunakan bahan pengawet atau bahan pewarna tambahan. Untuk lebih menjaga kualitas teh hitam terbaiknya, pekerja dilarang untuk menggunakan kosmetik ketika mengolah teh. Kabarnya di zaman dulu, teh kayu aro menjadi teh kegemaran Ratu Inggris dan Ratu Belanda.
Di sini, traveler yang datang dapat mencoba wisata memetik daun teh. Para pekerja teh di sana pun akan menyambut kedatangan traveler dengan suka cita. Perawakannya ramah dan siap memandu. Kurang cukup sehari di sana, silakan bermalam di beberapa penginapan di sekitarnya seperti Homestay Pak Subandi, Hotel Yani, Hotel Aroma dan Hotel Matahari yang berada di Kota Sungai Penuh.
Tahun 1959, melalui PP No 19 Tahun 1959 perkebunan ini diambil alih Pemerintah Republik Indonesia pengawasan dan pengelolaannya dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI). PTPN VI hingga kini yang melakukan perawatan, pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, sampai pengemasan dan pengeksporan ke berbagai negara.
Setiap tahun, Perkebunan Teh Kayu Aro dapat menghasilkan rata-rata 5.500 ton teh hitam. Teh artodox grade satu (teh unggulan) ini diekspor ke Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, Pakistan, dan Asia Tenggara.
Jadi kapan, kamu mampir ke perkebunan teh paling keren di Indonesia ini?
Perkebunan Teh Kayu Aro, tertua di Indonesia dan tertinggi kedua di dunia.
"Di kaki Gunung Kerinci, kita juga bisa melihat Perkebunan Teh Kayu Aro yang indah. Itu perkebunan teh tertinggi kedua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di Himalaya," ujar Gubernur Jambi, Zumi Zola saat acara 'Direct Promotion Tourism Jambi' di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/4) kemarin.
Bicara tentang kebun teh, biasanya yang terlintas di benak traveler adalah kebun teh di kawasan Jawa Barat atau di wilayah-wilayah lain di Pulau Jawa. Nama Perkebunan Teh Kayu Aro mungkin masih asing di telinga. Tapi nyatanya, keindahannya tiada dua!
Mari kita kenal mengenai Perkebunan Teh Kayu Aro. Lokasinya di kaki Gunung Kerinci, tepatnya di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Jaraknya 434 km dari pusat Kota Jambi dan memakan waktu perjalanan naik mobil selama 9 jam. Paling dekat menuju ke sana, dari Kota Sungai Penuh yang berjarak 32 km saja.
Merujuk pada informasi dari situs pariwisata resmi Indonesia, indonesia.travel, Selasa (12/4/2016) Perkebunan Teh Kayu Aro merupakan perkebunan teh tertua di Tanah Air dimana sudah ada semenjak masa penjajahan kolonial Belanda tahun 1925. Perusahaan Belanda yang pertama kali memproduksi teh di sana adalah Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA).
Kemudian, perkebunan ini merupakan yang terluas dan tertinggi kedua di dunia setelah Perkebunan Teh Darjeeling yang ada di Himalaya, India. Perkebunan Teh Kayu Aro memiliki luas sekitar 2,500 hektar (tapi tertulis di booklet pariwisata Jambi seluas 3.020 hektar) dan berada di ketinggian 1.600 m dpl. Sedangkan di Himalaya, berada di ketinggian 4.000-an mdpl. Tapi tentu saja, Perkebunan Teh Kayu Aro tetap hijau sepanjang tahun, berbeda dengan di Himalaya sana yang sering tertutup salju.
Bisa jadi objek foto yang menarik (indonesia.travel)
Perkebunan Teh kayu Aro pun memproduksi salah satu teh hitam terbaik di dunia. Proses pengelolaan daun teh di Perkebunan Teh Kayu Aro sampai saat ini masih menggunakan cara konvensional. Serbuk-serbuk teh tidak menggunakan bahan pengawet atau bahan pewarna tambahan. Untuk lebih menjaga kualitas teh hitam terbaiknya, pekerja dilarang untuk menggunakan kosmetik ketika mengolah teh. Kabarnya di zaman dulu, teh kayu aro menjadi teh kegemaran Ratu Inggris dan Ratu Belanda.
Di sini, traveler yang datang dapat mencoba wisata memetik daun teh. Para pekerja teh di sana pun akan menyambut kedatangan traveler dengan suka cita. Perawakannya ramah dan siap memandu. Kurang cukup sehari di sana, silakan bermalam di beberapa penginapan di sekitarnya seperti Homestay Pak Subandi, Hotel Yani, Hotel Aroma dan Hotel Matahari yang berada di Kota Sungai Penuh.
Tahun 1959, melalui PP No 19 Tahun 1959 perkebunan ini diambil alih Pemerintah Republik Indonesia pengawasan dan pengelolaannya dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI). PTPN VI hingga kini yang melakukan perawatan, pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, sampai pengemasan dan pengeksporan ke berbagai negara.
Setiap tahun, Perkebunan Teh Kayu Aro dapat menghasilkan rata-rata 5.500 ton teh hitam. Teh artodox grade satu (teh unggulan) ini diekspor ke Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, Pakistan, dan Asia Tenggara.
Jadi kapan, kamu mampir ke perkebunan teh paling keren di Indonesia ini?
Perkebunan Teh Kayu Aro, tertua di Indonesia dan tertinggi kedua di dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)
POST BERITA
-
Orang Kerinci boleh bangga. Mereka punya Perkebunan Teh Kayu Aro, yang disebut tertua di Indonesia dan tertinggi kedua di dunia. Yu...
-
Sungai Bungkal Kaya Potensi Heritage Kecamatan Sungai Bungkal merupakan salah satu Kecamatan baru hasil pemekaran dengan Kecamatan...
-
Rawa Bento ini merupakan objek wisata baru masyarakat Kerinci yang terletak pada ketinggian 1375 mdpl. Rawa bento merupakan rawa air...
-
Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi akan dikembangkan menjadi destinasi wisata berkelas dunia menyusul ditetapkannya kabupaten itu sebaga...
-
Surga tersembunyi di pelosok Sumatera, semoga tetap terjaga. Mulailah peduli terhadap alam, mualailah dari diri sendiri, jika mengunjung...
-
I Have A Dream .. Saatnya gelar Event Pariwisata International dikawasan ini...Alasannya? Kawasan kelas dunia...
-
Gunung Kunyit merupakan salah satu gunung di Kabupaten Kerinci. Gunung Berapi ini dikenal sangat mistis, dan sering menjadi tempat u...
-
Kerinci.Lacaknews- Selain keindahan distinasasi wisata kabupaten Kerinci mempunyai lahan pertanian dan perkebunan yang sangat subur....








































